Minggu, 13 Maret 2016

WARA

WARA

Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda,

فضل العلم خير من فضل العبادة وخير دينكم الورع

“Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’".(HR. Ath-Thabrani).

Dalam hadits yang mulia ini Nabi صلى الله عليه و سلم menjelasakan bahwa, "sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara'"

Apa itu wara'?

Wara’ adalah sifat kehati-hatian dan tidak berani untuk mendekati sesuatu yang haram, termasuk hal-hal yang ragu-ragu atau subhat, dan yang mudah secara berlebih-lebihan.

Seseorang yang memiliki sifat wara' atau (kehati-hatian) pada dirinya, adalah orang yang baik dalam menjaga agamanya, karena sifat wara' tersebut melindungi dan menghalanginya dari melakukan hal-hal yang terlarang. Dan akan selalu bersemangat dalam ibadah.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ الناسِ وَكُنْ قَنِعًا تَكُنْ أَشْكَرَ الناسِ وَأَحِب لِلناسِ مَا تُحِب لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحَسِنْ جِوَارَ مَنْ جَاوَرَكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَأَقِل الضحِكَ فَإِن كَثْرَةَ الضحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi sebaik-baik ahli ibadah. Jadilah orang yang qona’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah), maka engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur. Senangi sesuatu yang ada pada manusia sebagaimana engkau senang jika itu ada pada dirimu, maka engkau akan menjadi seorang mukmin yang baik. Berbuat baiklah pada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati. Kurangilah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati". (HR. Ibnu Majah).

Mudah-mudahan Allah Ta'ala menjadikan kita orang-orang yang memiliki sifat wara'

telegram.me/permencidis

Rabu, 09 Maret 2016

KOPDAR CIDIS BOGOR

Alhamdulilah
09 Maret 2016
Kebun Raya Bogor


BOGOR, 9 MARET 2016
CIDIS terlahir karena cinta, ya.. cinta kepada sang Penggenggam hati yang telah menyatukan kami dari berbagai suku bangsa, budaya dan bahasa. Tepatnya dikebun raya Bogor menjadi saksi bisu pertemuan pertama cidis bogor. Tak sulit tuk mencari karena kami saling memahami, mengenal lewat maya menjalin keakraban tak sulit bagi kami tuk saling mencintai  karena Allah. Taman nan hening itulah menjadi tempat berkumpul pertama kami. Dalam sejuknya hembusan angin dipagi hari tak pernah terlewatkan canda tawa kecil mengiringi. Setiap detik pun bergulir satu persatu kami memperkenalkan diri kami.
Mentari terus memancarkan sinarnya menunjukan pukul 12 lewat  dan kami pun bergegas untuk menunaikan panggilan sang ilahi, setelah itu kami makan siang bersama ditengah keceriaan yang tak mereda, mampu mencairkan segala suasana. 
Waktu semakin sore kami beranjak ke rangkaian acara berikutnya yaitu bertukar kado, sumringah senantisa melukiskan wajah-wajah calon istri sholeha (aamiin..), 
Tak terasa waktu telah memisahkan pertemuan yang singkat ini, diselingi pose cantik dibawah pohon rindang menambah rasa tak ingin berpisah sampai disini.
Sampai berjumpa di kopdar selanjutnya sahabat syurgaku (, semoga tak hanya didunia tetapi juga diakhirat kita dipertemukan, aamiin..


"Sayangnya, kebersamaan di dunia ini hanya menghitung bulan dan tahun. Maka, tolong ikatlah hati kita dgn do'a. Lalu Terbangkan ke langit malam lewat sujud-sujud panjang. Insyallah, kebersamaan di syurgaNya tak lekang oleh masa." - Martha 2016
#cidisbogor1
#permencidis